Review Vape untuk Perokok Elektronik Pemula

Vape untuk Perokok Elektronik Pemula

Review Vape untuk Perokok Elektronik Pemula - Bagi perokok, yang mengikuti perkembangan jaman atau berniat mengurangi intensitas merokok secara konvensional, mungkin akan melirik produk rokok modern yang dikenal dengan vape. Vape merupakan nama bekendari rokok elektronik yaitu sejenis alat penghantar nikotin yang mengandalkan bantuan daya listrik.

Berbeda dengan rokok konvensional yang berbahan dasar tembakau, vape berisikan cairan yang mengandung bahan-bahan tertentu. Bahan-bahan tersebut adalah propilen glikol atau gliserin yang berfungsi membuat uap air, nikotin dengan takaran 0-100 m/g dan penambah rasa yang membuatnya tidak memiliki bau seperti rokok konvensional.

Alat untuk memanaskan cairan vape dikenal dengan sebutanva porizer. Secara umum, vaporizertersusunatasbaterei, elemenpemanas, dantabungberisicairan yang disebut dengan cartridge. Untuk lebih mengenal bentuk-bentuk vape, berikut adalah review vape bagi para perokok yang mau mulai mencoba sensasi merokok kekinian.

Vape Jenis Pen

Bagi perokok yang sudah familiar dengan bentuk batangan rokok, vape berbentuk pen bisa dijadikan sebagai tester. Bentuknya kecil seukuran pulpen dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Sayangnya vape pen memiliki daya tahan yang paling minim. Untuk memanaskan cairan yang terkandung di dalam vape pen, ada dua jenis elemen pemanas yang bisa dipilih.

Elemen pemanas yang pertama adalah atomizer. Vape pen yang menggunakan atomizer memiliki tanki cairan terpisah. Atomizer harus diganti jika panas yang dihasilkan sudah berkurang karena akan mempengaruhi rasa dari vape. Yang kedua adalah cartomizer. Pemanas ini merupakan gabungan dari cartridge dan atomizer. Dalam vape pen ini komponen yang dipanaskan dan pemanas bersentuhan langsung.

Vape Jenis Portable

Review vape yang kedua adalah vape portable. Jika dibandingkan dengan vape pen, bentuk vape portable lebih besar. Bagian hisapnya berbentuk silinder dengan bagian badan berbentuk kotak. Meskipun begitu, vape portable masih cocok untuk dibawa kemana-mana karena ukurannya cocok untuk dimasukkan kedalam kantong celana ataupun baju.

Jika dibandingkan dengan vape pen, baterei vape portable bisa bertahan lebih lama. Batereinya bisa tahan 2 hingga 3 jam pemakaian. Letak elemen pemanas dan tanki cairan pun terpisah sehingga rasa yang dihasilkan vape ini lebih enak. Asap yang dihasilkan pun lebih sedikit sehingga tidak akan mengganggu orang-orang di sekitar ataupun mengganggu kesehatan perokok.

Vape Jenis Desktop

Review vape yang ketiga adalah vape jenis desktop. Tidak seperti dua jenis vape sebelumnya yang bisa dengan mudah dan leluasa dibawa kemana-mana, vape jenis desktop hanya bisa digunakan di satu tempat saja. Hal ini dikarenakan bentuknya yang besar dan memerlukan permukaan datar untuk menempatkannya. Supaya bisa berfungsi dengan baik, vape desktop harus mendapat pasokan energi yang stabil.
Baca Juga :


Karena kestabilan energi yang diperoleh vape desktop, panas yang dihasilkan lebih konstan. Hal ini berdampak pada rasanya yang lebih tajam dan menghasilkan uap yang lebih banyak. Tentu saja, dengan kelebihannya ini membawa kepuasan tersendiri bagi pengguna vape. Tapi perlu diingat juga, banyaknya uap yang dihasilkan berbanding lurus dengan tingkat nikotin yang masuk ke dalam tubuh.

Dari ketiga review vape di atas, jenis pen dan portable memang lebih nyaman untuk digunakan dan dibawa kemana-mana, terutama bagi para pemakai vape pemula. Cara pemakaiannya terbilang sederhana. Tapi jika menginginkan mendapatkan rasa vape yang terbaik, hasil yang diberikan vape desktop belum ada yang bisa mengalahkannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel